GEUS TIBAHEULA HAYANG BOGA MODEM NU ALUS SARTA LANCAR INTERNETAN
ALHAMDULILLAH AYEUNA GEUS KABEULI MODEM HUAWEI
NGAN HANJAKAL MEUNI LUAMBAT PISAN, LELET PISAN, CANGKEUL NUNGGU LODINGNA
Kamis, 20 Oktober 2011
Senin, 17 Oktober 2011
Hareudang Bayeungyang
Panonpoe moncorong molotot teu kiceup
ngawaskeun saban saban nu laleumpang satujuan-satujuanna
aya nu nyeker di jalan batu nu masih garukgak
aya nu naek sapeda di jalan aspal nu garinjul
aya nu naek motor di jalan anu barolong aya oge anu ngagulusur naek sedan mewah di jalan bebas hambatan
nu karesangan luut leet teu diusap-usap acan
ngucur lir cinyusu anu nyuruluk teu aya eureunna
bulan naon ieu teh
hawa bet asa panas-panas teuing
matak hoream indit inditan
ngawaskeun saban saban nu laleumpang satujuan-satujuanna
aya nu nyeker di jalan batu nu masih garukgak
aya nu naek sapeda di jalan aspal nu garinjul
aya nu naek motor di jalan anu barolong aya oge anu ngagulusur naek sedan mewah di jalan bebas hambatan
nu karesangan luut leet teu diusap-usap acan
ngucur lir cinyusu anu nyuruluk teu aya eureunna
bulan naon ieu teh
hawa bet asa panas-panas teuing
matak hoream indit inditan
Minggu, 12 Juni 2011
Lama Tak Jumpa
Hai kemana saja
setelah sekian lama
aku tak menemuimu
di sini di blog ini
untuk mengaktifkan lagi
kini aku tulis
selarik kata-kata
yang mungkin tiada arti
tapi setidaknya
kerinduanku
terobati
walau hanya dengan sebaris kata
yang mungkin tiada berarti
setelah sekian lama
aku tak menemuimu
di sini di blog ini
untuk mengaktifkan lagi
kini aku tulis
selarik kata-kata
yang mungkin tiada arti
tapi setidaknya
kerinduanku
terobati
walau hanya dengan sebaris kata
yang mungkin tiada berarti
Selasa, 15 Maret 2011
Kamis, 17 Februari 2011
Pada Titik Nadir
Semuanya tertunduk lesu dan tak ada yang berani untuk menengadahkan wajah
wajah yang lesu suram dan seolah tiada pengharapan
mata menerawang jauh menembus sampai ke dalam tanah
tatapan yang kosong
karena segerombolan semut yang antri dihadapannya ia abaikan
tak bergerak sedikitpun
Tak selangkah kakipun
ia ragu harus kemanakah langkah terayun
tak ada setitikpun terang dalam benaknya
ooo
alangkah malangnya dirinya
begitu yang selalu ia pikirkan
gemericik air di pancuran
riak air di permukaan kolam
sepoi angin yang menyapa daun daun padi yang menghasilkan irama begitu damai
baginya sungguh tiada berarti
hendak kemanakah langkah diayun
sampai kini belum juga dia putuskan
wajah yang lesu suram dan seolah tiada pengharapan
mata menerawang jauh menembus sampai ke dalam tanah
tatapan yang kosong
karena segerombolan semut yang antri dihadapannya ia abaikan
tak bergerak sedikitpun
Tak selangkah kakipun
ia ragu harus kemanakah langkah terayun
tak ada setitikpun terang dalam benaknya
ooo
alangkah malangnya dirinya
begitu yang selalu ia pikirkan
gemericik air di pancuran
riak air di permukaan kolam
sepoi angin yang menyapa daun daun padi yang menghasilkan irama begitu damai
baginya sungguh tiada berarti
hendak kemanakah langkah diayun
sampai kini belum juga dia putuskan
Rabu, 16 Februari 2011
Menantimu di Ujung Jalan
Duhai Ayahanda
lelah sudah Ananda berjalan
menelusuri lorong jalan dan padang
hanya berbekal tongkat dan catatan
Ananda tak ingin menjadi sampah kehidupan
meski tadi dijalan Ananda telah disampahkan
melihat dunia ini wahai Ayahanda
semakin miris perih dan tergores
menjadikan luka-luka itu menganga kembali
Ayahanda
tak ingin Ananda terbawa bersama
arus yang kian kuat menggoda
tak ada teman yang bisa saling menguatkan
cuma Ayahanda seorang
Ayahanda
mentari tinggal sesenti menampakkan di bumi
tetapi manusia begitu bersuka cita
bergelimang dosa maksiat
tak peduli halal dan haram
yang penting mereka bisa bersuka cita dan bergaya
berbahagia dalam fatamorgana
Ayahanda
bolehkah Ananda berkata
Ananda letih?
ah rupanya itu tak sepadan dengan perjuangan
para nabi dan orang-orang sholeh
yang kadang mereka seperti asing di dunia
tapi mereka tetap penuh semangat untuk tetap
memegang panji kebenaran
meskipun semua orang berkata
tidak!
lelah sudah Ananda berjalan
menelusuri lorong jalan dan padang
hanya berbekal tongkat dan catatan
Ananda tak ingin menjadi sampah kehidupan
meski tadi dijalan Ananda telah disampahkan
melihat dunia ini wahai Ayahanda
semakin miris perih dan tergores
menjadikan luka-luka itu menganga kembali
Ayahanda
tak ingin Ananda terbawa bersama
arus yang kian kuat menggoda
tak ada teman yang bisa saling menguatkan
cuma Ayahanda seorang
Ayahanda
mentari tinggal sesenti menampakkan di bumi
tetapi manusia begitu bersuka cita
bergelimang dosa maksiat
tak peduli halal dan haram
yang penting mereka bisa bersuka cita dan bergaya
berbahagia dalam fatamorgana
Ayahanda
bolehkah Ananda berkata
Ananda letih?
ah rupanya itu tak sepadan dengan perjuangan
para nabi dan orang-orang sholeh
yang kadang mereka seperti asing di dunia
tapi mereka tetap penuh semangat untuk tetap
memegang panji kebenaran
meskipun semua orang berkata
tidak!
Kala Purnama Bercahaya
Bulan
Sudah lama aku tak berjumpa denganmu
diantara dinginnya malam
aku selalu mengharap senyummu muncul di tingkapku
kubuka dan kubuka
tapi engkau tak muncul jua
Wajahmu yang bersinar
memberi asa cita dan cinta
rindu dendam di hati
terwakili pada senyummu yang merona keemasan
Bulan
dikesendirianmu
didinginnya malam
ada aku yang selalu memandangmu
Sudah lama aku tak berjumpa denganmu
diantara dinginnya malam
aku selalu mengharap senyummu muncul di tingkapku
kubuka dan kubuka
tapi engkau tak muncul jua
Wajahmu yang bersinar
memberi asa cita dan cinta
rindu dendam di hati
terwakili pada senyummu yang merona keemasan
Bulan
dikesendirianmu
didinginnya malam
ada aku yang selalu memandangmu
Kuningan 16 Februari 2011
Selasa, 18 Januari 2011
Beri kami kesabaran
Alloh
beri kami kesabaran dalam menjalani hidup ini
biarkan tangan kami terbuka untuk saudara-saudara kami
sehatkan kami ya Alloh
sabarkan kami ya Alloh
ceriakan kami ya Alloh
tolonglah kami ya Alloh
tolonglah kami ya Alloh
beri kami kesabaran dalam menjalani hidup ini
biarkan tangan kami terbuka untuk saudara-saudara kami
sehatkan kami ya Alloh
sabarkan kami ya Alloh
ceriakan kami ya Alloh
tolonglah kami ya Alloh
tolonglah kami ya Alloh
Langganan:
Komentar (Atom)
Kampus Daerah UPI dan Ikhtiar Menutup Ketimpangan PTN di Jawa Barat
Kampus Daerah UPI dan Ikhtiar Menutup Ketimpangan PTN di Jawa Barat Ketimpangan pendidikan tinggi negeri (PTN) di Pulau Jawa bukan sekada...
-
Pembelajaran Mendalam: Antara Idealisme Kurikulum dan Realita Kelas Oleh: Rahman Arifin “ Kurikulum boleh berganti, tetapi makna be...
-
Pendidikan yang Membebaskan: Antara Cita dan Realitas di Sekolah Kita Oleh: Rahman Arifin Di tengah derasnya perubahan kurikulum dan...
-
Linggarjati atau Linggajati: Antara Nama yang Salah Kaprah dan Sejarah yang Terlanjur Melekat Banyak orang mengenal “Perundingan Linggarja...