Rabu, 16 Februari 2011

Menantimu di Ujung Jalan

Duhai Ayahanda
lelah sudah Ananda berjalan
menelusuri lorong jalan dan padang
hanya berbekal tongkat dan catatan

Ananda tak ingin menjadi sampah kehidupan
meski tadi dijalan Ananda telah disampahkan

melihat dunia ini wahai Ayahanda
semakin miris perih dan tergores
menjadikan luka-luka itu menganga kembali

Ayahanda
tak ingin Ananda terbawa bersama
arus yang kian kuat menggoda
tak ada teman yang bisa saling menguatkan
cuma Ayahanda seorang

Ayahanda
mentari tinggal sesenti menampakkan di bumi
tetapi manusia begitu bersuka cita
bergelimang dosa maksiat
tak peduli halal dan haram
yang penting mereka bisa bersuka cita dan bergaya
berbahagia dalam fatamorgana

Ayahanda
bolehkah Ananda berkata
Ananda letih?

ah rupanya itu tak sepadan dengan perjuangan
para nabi dan orang-orang sholeh
yang kadang mereka seperti asing di dunia
tapi mereka tetap penuh semangat untuk tetap
memegang panji kebenaran
meskipun semua orang berkata
tidak!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kampus Daerah UPI dan Ikhtiar Menutup Ketimpangan PTN di Jawa Barat

Kampus Daerah UPI dan Ikhtiar Menutup Ketimpangan PTN di Jawa Barat Ketimpangan pendidikan tinggi negeri (PTN) di Pulau Jawa bukan sekada...